SMA TARUNA BUMI KHATULISTIWA TERLETAK DI KABUPATEN KUBU RAYA



Dewasa ini, hampir setiap orang tua memiliki rasa kekhawatiran yang cukup tinggi terhadap perkembangan pergaulan dari anak-anaknya. Khususnya bagi mereka yang mempunyai anak pada usia remaja. Dimana pada usia ini, anak-anak rentan dalam banyak hal tentang perubahan, baik perubahan dalam diri anak itu sendiri maupun perubahan yang muncul sebagai akibat dari lingkungan pergaulan sekitarnya. Menyikapi dari pola pergaulan para remaja dewasa ini, SMA TARUNA BUMI KHATULISTIWA telah menyiapkan pola yang telah dirintis 14 tahun yang lalu. Para pengurus baik Yayasan Adijanto maupun sekolah SMA Taruna Bumi Khatulistiwa menerapkan sistem sekolah berasrama, yang dimaksudkan memudahkan pengawasan terhadap anak-anak didik dan mempermudah proses belajar mengajar. Dengan sistem sekolah berasrama, para siswa-siswi akan dilatih kemandirian dan kedisiplinan sehingga merupakan sarana untuk membangun kerpibadian (Character Building) yang baik bagi anak-anak yang dalam proses pencarian jati dirinya.
Dengan pola sekolah berasrama yang telah dirintis selama ini, para orang tua tidak perlu lagi was-was ataupun khawatir, karena selama 24 jam penuh siswa-siswi selalu dalam pengawasan yang baik. Artinya, bila terjadi suatu perubahan pola sikap yang menyimpang, dapat dipastikan akan segera ditangani dengan baik oleh pihak sekolah dan kepala asrama. Dengan fasilitas sepuluh graha siswa yang telah disediakan, dan diasuh oleh seorang kepala asrama yang ahli dalam bidangnya, para siswa-siswi SMA TARUNA BUMI KHATULISTIWA akan selalu dalam pantauannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anggota KPRI Harus Berperan Aktif



Sungai Raya. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kubu Raya mengharapkan anggota KPRI Jaya Bersama Kubu Raya bisa meningkatkan peran aktifnya dalam memajukan organisasi tersebut.
Meski minimnya anggota KPRI yang datang dalam RAT tahun ini sebagai hal yang lumrah, namun dia menyatakan kemajuan suatu organisasi koperasi bukan dikarenakan faktor kepengurusan, melainkan peran aktif dari anggota koperasi itu sendiri.
“Pengurus itu hanya sebagai penggerak dalam roda organsiasi sbuah koperasi. Namun yang paling berperan untuk membawa koperasi itu lebih baik adalah anggota itu sendiri, sehingga harus ada kerjasama yang baik dari anggota dan pengurus,\" katanya kepada wartawan, Kamis (29/3).
Meski hanya dihadiri 58 anggota, namun Sutoyo menilai itu sudah memenuhi corum dan RAT sah dilaksanakan, karena jika dihadiri dari 20 persen dari 189 anggota dan 20 persen anggota tersebut merespon positif RAT yang dilakukan, dan yang lain sifatnya diwakilkan itu sudah sah dilaksanakan.
Sutoyo menilai, selama satu tahun kepengurusan KPRI Jaya Bersama sudah berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya divisi usaha yang dibentuk dan terealisasinya beberapa program kegiatan.
Sementara Ketua KPRI Jaya Bersama Kabupaten Kubu Raya, Guntoro mengungkapkan meski dihadiri oleh 58 anggota, RAT itu masih tetap berjalan dengan baik.
 “Di daerah lain juga melakukan RAT hari ini, karena banyak yang tidak ingin lewat dari bulan Maret. Ini juga sekaligus kita melakukan pendataan anggota-anggota kita, ada yang anggota biasa yaitu pegawai negeri dan anggota luar biasa yaitu masyarakat luar yang bukan pegawai negeri sipil yang mendaftar sendiri,” ungkapnya.
Guntoro menjelaskan dengan adanya anggota yang bukan PNS, hal tersebut membuktikan keterbukaan KPRI Jaya Bersama terhadap masyarakat luas. RAT yang dilakukan KPRI tersebut sudah ketiga kalinya sejak 2009 lalu.
“Itu menandakan adanya peningkatan. Peningkatan tersebut merupakan keberhasilan bersama. Dalam RAT tersebut kita tetap mengedepankan prasangka baik kepada semuanya untuk lebih menumbuh kembangkan koperasi agar menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.
Guntoro mengaku KPRI tidak memiliki cabang, namun memiliki divisi. “Divisi yang kita bangun adalah divisi beras lokal yang sudah ada sejak lama, dan itu merupakan pencitraan Pemkab Kubu Raya karena pro rakyat. Kita membeli beras petani dengan harga yang sesuai,” ucapnya.
Guntoro menambahkan KPRI juga memiliki sistem simpan pinjam kepada anggota. Pihaknya juga ada membuat pusat oleh-oleh khas Kubu Raya.
“Isinya berupa kerajinan khas Kubu Raya dari pengrajin yang di titipkan di KPRI Jaya Bersama. Penitipan tersebut di maksudkan agar masyarakat yang memiliki kreatifitas tinggi dapat di kenalkan dan di kembangkan,” pungkasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tingkatkan Produktivitas Pertanian Di Kubu Raya


Meningkatkan produktivitas dan mekanisme pertanian di Kabupaten Kubu Raya, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) menambah jumlah alat mesin pertanian (alsintan). Cara ini dipandang perlu untuk perluasan areal pertanian, membudidayakan, panen dan pascapanen.
“Mekanisme pertanian ini akan diperkuat setiap tahunnya. Sebagai langkah untuk memperkuat pertanian dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi selama ini,” kata Kepala Distannak Kabupaten Kubu Raya Suharjo kepada wartawan, kemarin.
Di mana permasalahan yang dihadapi pihaknya, seperti keterbatasan tenaga kerja, sementara hamparan areal cukup luas. Sehingga dengan kondisi kesuburan tanah yang berbeda dengan di Jawa, diperlukan upaya meningkatkan produktivitas yang cukup banyak.
Menurut Suharjo, upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kubu Raya, salah satunya dengan memanfaatkan dan menambah alsintan, sebagaimana yang diberikan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) di Dusun Parit Keladi Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap beberapa waktu lalu.
Suharjo menambahkan, langkah ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk perluasan areal pertanian, pembudidayaan, panen dan pascapanen. Dengan keterkaitan inilah, program dari Distannak Kubu Raya bisa dimanfaatkan dan menambah lahan secara maksimal dengan ditunjang beberapa alsintan yang ada saat ini.
“Dalam pengelolaan lahan, kita akan melihat terlebih dahulu daerah mana yang dinilai cocok dan memadai untuk menggunakan alsintan, seperti traktor dan alat penggilingan padi, sementara untuk yang lainnya akan di-support melalui Unit Pelayanan Jasa Alsintan (Upjal),” tutur Suharjo.
Apabila ada lahan yang bisa dikelola secara mekanisme, pihaknya akan mengupayakan untuk membantu para petani mengadakan dan menambah traktor, termasuk juga dari sisi pengelolaannya.
Sementara untuk pengelolaan irigasi, Distannak Kubu Raya akan menerapkan sistem pipanisasi untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan lahan pertanian. Sehingga jangan sampai dengan terjadinya pengaruh dan perubahan cuaca yang terjadi saat ini, bisa menghambat produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS