Meningkatkan produktivitas dan mekanisme pertanian di Kabupaten Kubu
Raya, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) menambah jumlah alat
mesin pertanian (alsintan). Cara ini dipandang perlu untuk perluasan
areal pertanian, membudidayakan, panen dan pascapanen.
“Mekanisme pertanian ini akan diperkuat setiap tahunnya. Sebagai
langkah untuk memperkuat pertanian dalam menghadapi permasalahan yang
dihadapi selama ini,” kata Kepala Distannak Kabupaten Kubu Raya Suharjo
kepada wartawan, kemarin.
Di mana permasalahan yang dihadapi pihaknya, seperti keterbatasan
tenaga kerja, sementara hamparan areal cukup luas. Sehingga dengan
kondisi kesuburan tanah yang berbeda dengan di Jawa, diperlukan upaya
meningkatkan produktivitas yang cukup banyak.
Menurut Suharjo, upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di
Kubu Raya, salah satunya dengan memanfaatkan dan menambah alsintan,
sebagaimana yang diberikan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) di
Dusun Parit Keladi Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap beberapa waktu
lalu.
Suharjo menambahkan, langkah ini dilakukan sebagai salah satu langkah
untuk perluasan areal pertanian, pembudidayaan, panen dan pascapanen.
Dengan keterkaitan inilah, program dari Distannak Kubu Raya bisa
dimanfaatkan dan menambah lahan secara maksimal dengan ditunjang
beberapa alsintan yang ada saat ini.
“Dalam pengelolaan lahan, kita akan melihat terlebih dahulu daerah
mana yang dinilai cocok dan memadai untuk menggunakan alsintan, seperti
traktor dan alat penggilingan padi, sementara untuk yang lainnya akan
di-support melalui Unit Pelayanan Jasa Alsintan (Upjal),” tutur Suharjo.
Apabila ada lahan yang bisa dikelola secara mekanisme, pihaknya akan
mengupayakan untuk membantu para petani mengadakan dan menambah traktor,
termasuk juga dari sisi pengelolaannya.
Sementara untuk pengelolaan irigasi, Distannak Kubu Raya akan
menerapkan sistem pipanisasi untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan
lahan pertanian. Sehingga jangan sampai dengan terjadinya pengaruh dan
perubahan cuaca yang terjadi saat ini, bisa menghambat produktivitas
pertanian di wilayah Kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini.






0 komentar:
Posting Komentar